- Press Agentry Model (Model Keagenan Pers)
Mungkin ini merupakan aktivitas yang kebanyakan diasosiasikan orang dengan publik relation. Model ini menunjukan praktek public relation di mana program-program publik relation yang dijalankan memiliki tujuan tunggal untuk mendapatkan publisitas melalui media massa yang menguntungkan organisasi. Model ini menempatkan publik relation sebagai fungsi propaganda organisasi. Proses komunikasi yang berlansung adalah satu arah dan terkadang kebenaran informasi yang disampaikan tidak begitu penting selama publik mempercayai perusahaan.
- Public Information Model (Model Informasi Publik)
Praktek public relation bertujuan untuk menyebarkan informasi kepada publik. Model ini berkembang sebagai reaksi-reaksi perusahaan besar dan pemerintah terhadap pemberitaan di media massa mengenai diri mereka. Untuk meng-counter berita-berita di media massa, pihak manajemen menyewa jurnalis sendiri untuk membuat press release yang menjelaskan tindakan-tindakan perusahaan. Informasi yang disampaikan mengenai organisasi diharpkan dapat diterima oleh publik dan mendapat dukungan sepenuhnya dari publik. Peran praktisi publik relations lebih ditentukan pada hubugan dengan media
dengan mengeluarkan press releases yang menjeaskan tindakan dan kegiatan mereka sesering mungkin. Praktisi yang mempraktekan model ini cenderung untuk menceritakan hal-hal baik mengenai organisasinya, namun informasi yang disampaikan sudah mempertimbangkan aspek kebenaran informasi.
- Two-way Assymetrical Model (Model Asimetris Dua Arah)
Pengenalan pendekatan scientific melahirkan praktek publik relations dua arah. Praktisi public relations menggunakan hasil riset dalam mengembangkan pesan-pesannya dengan maksud mempermudah membujuk publik agar publik berpikir, bersikap dan bertidak sesuai dengan harapan dan keinginan organisasi. model ini juga disebut sebagai model persuasi ilmiah (Scientific persuasion) yang menggunakan hasil riset tentang sikap misalnya, untuk merancang pesaan. Rahasia dalam memanipulasi yang berhasil adalah dalam memahami motivasi orang dan menggunakan riset untuk mengidentifikasi pesan yang dapat merubah sikap dan perilaku sesuai keinginan organisasi. Biasanya model ini lebih efektif kalau dibandingkan dengan kedua model diatas. Model ini lebih mementingkan pembelaan organisasi daripada mencari solusi terbaik bagi peyelesaian problem public relations yang muncul. Sehingga muncul asumsi bahwa organisasi selalu benar dalam tindakan-tindakannya, sementara publik tidak pernah diakomodasi kepentingannya.
- Two-way Symmetrical Model (Model Simetris Dua Arah)
Praktisi public relations yang menggunakan model ini melakukan kegiatannya berdasarkan riset dan menggunakan komunikasi untuk mengelola konflik dan meningkatkan pemahaman (understanding) dengan publik organisasi untuk merespon tuntutan publik. Sehingga praktisi public relations suatu organisasi selain untuk membujuk publik, ia juga berusaha untuk mempersuasi pihak manajemen organisasi agar mau memperhatikan apa yang menjadi keinginan publik. Beberapa asumsi yang melekat pada model ini adalah 'mengatakan kebenaran', 'menginterpretasikan' keinginan klien dan publik satu sama lain', dan 'pihak manajemen memahami pandangan karyawan dan masyarakaat sebagaiaman karyawan dan masyarakat memahami pandangan pihak manajemen'. Pada model ini, tujuan utama dari public relations adalah pengertian dan bukan manipulasi.
Sumber: Public Relation Stratejik (Prayudi, SIP,MA,Ph.D)

0 Komentar