Sebuah desa terpencil, tumbuh dan hidup di lingkungan keluarga yang tidak berkecukupan, namun dalam pelukan orang tua yang selalu mengajarkan moral hidup yang baik. Tetapi kehidupan bukan hanya sebatas tentang moral semata, untuk di hargai orang, memiliki segalanya adalah kunci dari segala penghargaan yang perlu diterima. Penghinaan adalah makanan yang selalu diterima setiap Ia mendongak untuk melihat begitu terangnya mentari dipagi hari dan gemerlapnya bintang dimalam hari. Orang tuanya tumbuh dalam bayang-bayang kebebasan financial namun sulit untuk tercapai. Mungkin karena kemiskinan struktural ataukah karena hal lainya, dihina bahkan oleh kerabatnya sendiri. Bayangkan rasa sakit yang keluarga terutama orang tuanya terima, sang pemuda yang waktu itu belum mengerti apa-apa selalu saja membuat ulah dengan kekhasan anak seusianya. Namun, sebagai anak sulung Ia selalu saja cepat dewasa karena situasi, mungkin karena didikan orang tua, ia menjadi pribadi yang taat dan tekun. Membantah orang tua memang selalu menjadi penyakit paling tidak bisa Ia hilangkan. People come and go, tahun 2012 sang kakek yang Ia sangat sayangi pergi meninggalkan mereka semua dalam pelukan sang anak laki-lakinya yaitu ayah dari sang pemuda. Kakeknya meninggal dalam keadaan sakit parah, munngkin salah satu penyebabnya adalah minuman keras, kakek sangat menyayanginya. Kakek selalu menjadi teman mainnya ketika orang tuanya pergi bekerja, Ia selalu nyaman berada dalam pangkuan sang kakek, rasa cinta yang Ia rasakan dari kecil tak bisa tergantikan. Usianya saat kakek pergi sekitar tujuh tahun, cukup mengerti arti kehilangan untuk seusianya, keluarganya hancur seketika saat sang kakek pergi meninggalkan mereka semua. Namun, hidup tetap berjalan, sang pemuda dan keluarganya pun menetap dan tinggal dirumah besar keluarga sebagai tanggungjawab yang diberikan oleh kakek dan nenek. Beberapa tahun kemudian pemuda itu pergi meninggalkan rumah pada saat kelas enam sekolah dasar untuk menempuh pendidikan di skolah program khusus dari seorang pater waser (beliau berasal dari jerman). Pada tahun itu juga sekitar tahun 2017, rumah tempat ia pulang di renovasi sepenuhnya atas usaha dari orang tuanya. Perlahan pandangan orang tentang keluarganya berubah, mereka mulai memilik tempat di kehidupan masyarakat dan kerabatnya. Selanng satu tahun kemudian pemuda itu kembali dihadapkan dengan pilihan untuk menempuh pendidikan sekolah menengah atas, Ia harus ke Sumba atau ke Manggarai Tengah. Pada akhirnya ia memilih yang menurutnya bijak, tiga tahun lamanya ia jauh dari rumah, tiga tahun pula orang tuanya menyembunyikan duka-duka keluarga yang mereka hadapi, mulai dari sakit parah yang dihadapi sang ayah, kecelakaan yang parah pula pada sang ayah, sakit sang ibu. Bayangkan betapa sakitnya hati sang pemuda itu ketika mendapatkan informasi tentang semua itu di jauh hari setelah semuanya berlalu, Ia hanya pulang tiga kali dalam tiga tahun dan itu pun tidak seberapa lama waktunya. Ia ingat betul sang ayah dan ibunya, berjalan kemana pun selalu berjalan kaki dan yah seperti biasa hinaan para anj yang selalu muncul membuat semuanya terasa berat. Setelah menamatkan sekolah menengah pertama, pemuda itu pulang dan kembali tinggal di rumah kerabat orang tuanya. Kembali di bina dan tumbuh melihat orang lain sukses. Banyk karakter oang yang sudah ia temui, dari situlah semua pola pikirnya terbentuk untuk sukses, ia menyadari bahwa nilai dari seorang individu terletak pada; pemikiran dan kepemilikan. Ia memutuskan untuk merantau dan selalu berusaha untuk belajar banyak hal tentang kehidupan, Ia selalu berusaha untuk mencari versi terbaik dari dirinya itu, menjadi seseorang yang bernilai tinggi. Ia yang pola pikirnya sekarang berubah dan berpikir ketika pulang, orang harus menghargai kedua orang tuanya seperti tuan dan nyonya dan Ia dihargai sebagai anak dari tuan dan nyonya itu.
Terkadang rasa benci adalah dorongan terbaik untuk melawan hinaan. Kamu bisa menginjak mereka yang sudah menghinamu, namun kamu memilih untuk terus berjalan dan selalu mengingat apa yang selalu diajarkan dalam lingkungan keluargamu yaitu moral.
Lanjutannya akan ditulis saat sang pemuda sudah mencapai apa yang ia cita-citakan.

0 Komentar